BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Ekonomi
adalah pengetahuan sosial, berkaitan dengan perilaku manusia dan sistem sosial,
dimana manusia mengorganisasikan aktivitas-aktivitasnya dalam rangka pemuasan
kebutuhan dasar (makan atau pangan, pakaian atau sandang, dan tempat tinggal atau
papan), serta pemenuhan kebutuhan nonmateri (pendidikan, rekreasi, keindahan,
spiritual dan sebagainya).
Berbagai macam aktivitas dan perilaku
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya itulah yang disebut dengan kegiatan
ekonomi. Perilaku dan aktivitas manusia dalam memenuhi segala kebutuhan hidup
tersebut tidaklah sama, tergantung pada situasi, kondisi, waktu, dan lokasi.
Karakter kegiatan ekonomi manusia yang ada di permukaan bumi hanya bersifat
kecenderungan, jadi tidak bersifat permanen. Inilah yang menjadi dasar dalam
pengkajian ilmu ekonomi.
Ekonomi secara umum merupakan
studi dan latihan memilih (the study
and exercise of choice). Didalamnya meliputi tingkah laku manusia dalam memilih barang dan jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbagai macam kebutuhan manusia diwujudkan dalam bentuk benda materi (pangan, sandang, papan, dan sebagainya) serta jasa-jasa (perawatan kesehatan, pendidikan, keamanan, rekreasi, dan sebagainya) yang jumlahnya terbatas. Keterbatasan inilah yang menyebabkan manusia harus memilih secara cerdas dan terampil.
and exercise of choice). Didalamnya meliputi tingkah laku manusia dalam memilih barang dan jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbagai macam kebutuhan manusia diwujudkan dalam bentuk benda materi (pangan, sandang, papan, dan sebagainya) serta jasa-jasa (perawatan kesehatan, pendidikan, keamanan, rekreasi, dan sebagainya) yang jumlahnya terbatas. Keterbatasan inilah yang menyebabkan manusia harus memilih secara cerdas dan terampil.
Pada dasarnya semua kegiatan
ekonomi mengandung prinsip efisiensi atau ekonomis, artinya bagaimana memperoleh
satu (unit) barang atau jasa yang akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya tersebut dengan menggunakan atau mengeluarkan biaya paling rendah.
Cakupan ilmu ekonomi sangat
luas meliputi bagaimana upaya masyarakat, baik nasional maupun intemasional
memenuhi kebutuhan dan mencapai kemakmuran. Dengan demikian, tidaklah mudah
merumuskan definisi ilmu ekonomi yang tepat dan singkat
1.2 Rumusan masalah
1. Apa
pengertian ekonomi?
2. Apa saja
prinsip dan motif ekonomi?
3. Apa saja
macam-macam ilmu ekonomi?
4. Apa itu
politik ekonomi
1.3 Batasan masalah
Dalam hal
ini penulis membatasi masalah pada pengertian ekonomi, prinsip,motif ekonomi,macam
ilmu ekonomi dan politik ekonomi,
1.4 Tujuan penulisan
1. Memahami pengertian ilmu ekonomi.
2. Memahami prinsip dan motif ekonomi.
3. Memahami macam-macam ilmu ekonomi.
4. Memahami politik ekonomi.
1
BAB II
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian ekonomi
Ekonomi berasal dari kata
“oikos” dan “nomos”. Oikos berarti rumah tangga dan nomos berarti mengurus atau
mengatur. Sedangkan, ilmu ekonomi adalah ilmu social yang mempelajari bagaimana
cara manusia berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan secara optimal dalam usaha
mencapai kemakmuran. Ekonomi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai
kemakmuran. Kemakmuran dimaksudkan sebagai kemampuan manusia untuk memenuhi
kebutuhannya dengan sebaik-baiknya melalui alat pemuas kebutuhan yang ada.
Dengan kata lain seorang yang makmur adalah seorang yang relatif seluruh kebutuhannya
telah terpenuhi (kebutuhan = alat pemuas kebutuhan).
Ekonomi merupakan salah satu
ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan
produksi, distribusi, pertukaran dan konsumsi barang dan jasa. Sementara yang
dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep
ekonomi dan data dalam bekerja.
Kegiatan ekonomi yang
dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokan menjadi
kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi. Antara ketiga konsep itu saling
berkaitan satu sama lain:
1. Kegiatan Konsumsi.
Kegiatan ini menyangkut
tindakan manusia dalam masyarakat baik secara induvidu maupun kelompok dalam
menggunakan, memakai, menghabiskan barang dan jasa. Barang dan jasa ini
dihasilkan oleh para produsen / penghasil dengan cara menukarkannya dengan uang
mereka. Konsumsi banyak dipengaruhi oleh tingkat pendapatan seseorang,
kebiasaan, dan budaya mereka, sehingga diperlukan perhitungan yang lebih
bijaksana.
Konsumsi yang lebih bijaksana artinya adanya keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran / konsumsi seseorang, baik secara rutin maupun harian, mingguan, bulanan serta tahunan. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang. Lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan. Konsumsi ini dilakukan oleh individu/perorangan maupun kelompok, masyarakat dan negara, dalam penggunaan barang barang dan jasa.Contohnya, kapan kita membutuhkan makanan dan minman, kebutuhan alat-alat, pakaian dan perumahan. Konsumsi untuk keluarga, misalnya menyangkut kebutuhan secara keseluruhan, biasanya diatur oleh ayah dan ibu. Ayah pekerja mencari pendapatan dan ibu yang mengatur tentang penggunaan uang dalam keluarga secara tepat menyangkut kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan serta hiburan.
Konsumsi yang lebih bijaksana artinya adanya keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran / konsumsi seseorang, baik secara rutin maupun harian, mingguan, bulanan serta tahunan. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang. Lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan. Konsumsi ini dilakukan oleh individu/perorangan maupun kelompok, masyarakat dan negara, dalam penggunaan barang barang dan jasa.Contohnya, kapan kita membutuhkan makanan dan minman, kebutuhan alat-alat, pakaian dan perumahan. Konsumsi untuk keluarga, misalnya menyangkut kebutuhan secara keseluruhan, biasanya diatur oleh ayah dan ibu. Ayah pekerja mencari pendapatan dan ibu yang mengatur tentang penggunaan uang dalam keluarga secara tepat menyangkut kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan serta hiburan.
2. Kegiatan Produksi.
Kegiatan ekonomi yang
menyangkut produksi ialah kegiatan yang berkenaan dengan usaha meningkatnya
nilai guna suatu barang dan jasa. Langkah pertama kegiatan produksi itu adalah
menghimpun faktor produksi seperti, sumber alam, sember tenaga kerja manusia,
modal, dan skill yang berasal dari masyarakat atau konsumen melalui distribusi.
Setelah terhimpun, faktor produksi itu diolah menjadi hasil produksi yang
berupa barang dan jasa.
3. Kegiatan Distribusi
Kegiatan distribusi ini dalam
ilmu ekonomi menyangkut kegiatan yang membantu melancarkan produksi dan
konsumsi. Artinya mempercepat arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen,
maupun dari konsumen ke produsen.
Pengaturan penyebaran barang
dan jasa tergantung pada banyaknya barang yang ditawarkan (supplai). Dan
permintaan barang dan jasa dari masyarakat / konsumen (demand). Hal ini terjadi
terutama dinegara maju yang mengunakan pasar bebas (liberal). Di Indonesia,
distribusi barang dan jasa banyak ditentukan oleh pemerintah dan masyarakat.
Pembahasan distribusi dalam
masyarakat erat kaitannya dengan persoalan pasar, sebab pasar merupakan
kegiatan dalam menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Agen, pedagang
besar, pedagang kecil, penjual pikulan,penjaja dan pedagang kali lima,
kesemuanya itu orang atau lembaga yang terlibat dalam kegiatan distribusi
barang dan jasa.
2
Dewasa ini peranan distribusi
sangat besar artinya bagi pengembangan perekonomian suatu bangsa . Sementara
dapat dikatakan konsep-konsep pokok ilmu ekonomi itu terdiri atas:
1. Konsep scarcity (kelangkaan) yaitu merupakan dasar yang sentral dari ilmu ekonomi. Masyarakat dihadapkan pada kebutuhan yang tak terbatas sedangkan alat pemuas keadaannya terbatas. Masalah ini dihadapi oleh masyarakat yang menganut sistem ekonomi manapun. Scarcity secara harfiah diterjemahkan menjadi kelangkaan.
Kelangkaan ini menggambarkan
hubungan antara kebutuhan manusia dengan sumber daya yang dimiliki. Prinsip
kelangkaan menyebutkan bahwa kebutuhan manusia itu tak terbatas sedangkan
sumber daya untuk memenuhi kebutuhan ini terbatas. Dari prinsip kelangkaan ini
muncullah ilmu ekonomi yang mempelajari tata cara manusia untuk memenuhi
kebutuhannya yang tak terbatas yang dihadapkan pada sumber daya yang terbatas,
baik dengan uang maupun tidak.
Prinsip kelangkaan juga bisa
menggambarkan nilai dari suatu barang/jasa. Semakin langka suatu barang/jasa
maka semakin tinggi nilai barang/jasa itu. Biasanya disebut dengan hukum
kelangkaan. Hukum kelangkaan juga bisa digunakan untuk menggambarkan harga
keseimbangan konsumen dan kurva penawaran.
Singkatnya :
Konsep scarcity dalam ilmu
ekonomi diungkapkan setelah disadari adanya kenyataan bahwa “tidak akan pernah
ada sumber daya yang cukup untuk semuanya”, itulah sebabnya sumber-sumber daya
yg dimiliki harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya kelangkaan,
diikuti juga dengan adanya skala prioritas dan pilihan.
2. Konsep spesialisasi yaitu konsep
produksi yang baru yang dihasilkan dari kelangkaan sumber produksi, dikembangkan
metode-metode produksi yang baru yang mampu menghasilkan jumlah yang banyak
dengan sedikit waktu dan atau sedikit bahan. Contohnya perkebunan di daerah
puncak. Dari segi geografinya, lahan pada daerah puncak sangat cocok untuk
sistem perkebunan karena udaranya yang sejuk sehingga mampu mendukung
pertumbuhan tanaman perkebunan dengan baik. dari segi ekonominya, tanaman
perkebunan dapat menghasilkan keuntungan yang luar biasa. contohnya tanaman
teh, kopi, rempah-rempah dan lainnya.
3. Konsep system moneter dan transformasi
yaitu konsep yang tumbuh dari adanya spesialisasi yang mengakibatkan terjadinya
saling ketergantungan. Ekonomi Moneter merupakan suatu cabang ilmu ekonomi yang
membahas tentang peranan uang dalam mempengaruhi tingkat harga-harga dan
tingkat kegiatan ekonomi dalam suatu negara.
4. Konsep kesejahteraan masyarakat yaitu
konsep keputusan pasar yang dipengaruhi kebijaksanaan atau politik pemerintah
guna mencapai kesejahteraan masyarakat.
5. Konsep pasar, dalam ilmu ekonomi
mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan
penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau
jasa untuk uang adalah transaksi. dan dalam konsep pasar, terdapat pasar input
dan pasar output.
2.2 Prinsip dan motif ekonomi
1. Prinsip Ekonomi
Setiap tindakan manusia dalam
memenuhi segala kebutuhan, khususnya di bidang ekonomi selalu didasarkan pada
prinsip dan motif ekonomi. Prinsip ekonomi adalah bahwa manusia dalam memenuhi
segala kebutuhannya selalu berusaha dengan pengorbanan tertentu untuk
mendapatkan hasil yang maksimal atau untuk memperoleh hasil tertentu dengan
pengorbanan yang minimum.
Pada kenyataannya banyak orang
yang secara tidak disadari bahwa prinsip ekonomi ini dikesampingkan olehnya
dengan pertimbangan emosi. Misalnya orang yang senang akan suatu barang dibeli
dengan harga tinggi walaupun secara ekonomis hal ini akan merugikan dirinya.
Pertimbangan emosi ini mungkin karena ada rasa gengsi atau rasa iri pada orang
lain yang berada di sekitarnya. Tetapi tidak berarti bahwa orang yang selalu
berpegang teguh pada prinsip ekonomi itu segala sesuatunya harus diperhitungkan
untung ruginya melainkan orang tersebut justru dapat bertindak hemat atau tidak
boros.
Dalam melakukan prinsip
ekonomi manusia akan dihadapkan pada tindakan ekonomi apa yang harus dilakukan,
baik dari segi waktu, tenaga, biaya dan sebagainya sehingga prinsip ekonomi
benar-benar dijadikan pedoman dalam setiap tindakannya.
Prinsip ekonomi dapat kita bagi menjadi tiga
jenis, yaitu
3
a.Prinsip Produsen
Prinsip ekonomi produsen adalah menentukan bahan
baku, alat produksi serta biaya-biaya produksi yang ditekan serendah mungkin
dengan menghasilkan produk yang berkualitas baik .
b.Prinsip Penjual/Pedagang/ Peritel .
Prinsip ekonomi penjual adalah melakukan berbagai
usaha untuk memenuhi selera pembeli dengan berbagai macam iklan, promosi,
reward/hadiah, dan lain-lain untuk meraup banyak keuntungan dari kegiatan
tersebut.
c. Prinsip Pembeli/Konsumen
Prinsip ekonomi pembeli adalah mendapatkan produk
barang dan jasa yang baik dan mutu terbaik dengan harga semurah mungkin serta
jumlah uang yang terbatas.
Selain prinsip ekonomi di atas, ada beberapa
prinsip ekonomi lain yang
sifatnya umum.
Prinsip-prinsip ekonomi tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Prinsip Efisiensi atau Ekonomis
Artinya bagaimana memperoleh satu (unit) barang
atau jasa dengan menggunakan atau mengeluarkan biaya paling rendah. Prinsip ini
biasa dipergunakan dalam prosuksi atau mendapatkan suatu barang atau jasa. Contohnya:
ibu-ibu yang pergi ke pasar sering hanya membeli lombok 1kg dilakukan dengan
cara mengitari pasar, mencari lombok yang paling baik dengan harga termurah.
Prinsip ini kadang diidentikkan dengan pernyataan “bagaimana mendapatkan barang
atau jasa sebanyak-banyaknya dengan mengeluarkan biaya sekecil-kecilnya”.
Pernyataan ini sering diidentikkan dengan istilah ekonomis, padahal tidak benar
karena tidak rasional dan tidak realistis.pernyataan yang benar adalah
pernyataan di atas, yaitu bagaimana mendapatkan satu unit barang atau jasa
dengan mengeluarkan biaya serendah-rendahnya.
2. Kekuatan ekonomi terletak pada kerja
Kerja berkaitan dengan sumber daya manusia, oleh
karena itu dikatakan bahwa kekuatan ekonomi sangat ditentukan oleh kinerja
manusia, akal pikiran dan ide-ide kreatif yang dilakukan manusia dalam kegiatan
ekonomi.Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan sumber daya yang langka
dan mahal, oleh karena itu harus dilakukan pilihan terhadap barang-barang apa
yang harus mereka buat, berapa banyak tiap-tiap barang harus dihasilkan,
bagaimana dan untuk siapa barang-barang tersebut diproduksi.
3. Kebutuhan manusia sangat banyak dan beragam
serta beragam, sedangkan sumber daya sangat terbatas. Oleh karena itu manusia
harus melakukan pilihan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap hari, mulai
bangun tidur hingga tidur kembali, manusia melakukan pilihan atas apa yang
dilakukannya.
4. Jika melakukan pilihan diantara sejumlah
kemungkinan alternatif, maka manusia harus bertindak rasional, yaitu dengan
memilih alternatif yang biayanya minimal tetapi mendapatkan keuntungan atau
kepuasan maksimal atas biaya dikeluarkan.
2.Motif Ekonomi
Sedangkan motif ekonomi adalah setiap dorongan
yang menyebabkan manusia melakukan tindakan ekonomi.Motif ekonomi yang
mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi
adalah sebagai berikut.
adalah sebagai berikut.
a. Dorongan untuk Mencukupi Kebutuhan
Dorongan ini merupakan hal yang wajar bagi setiap
orang. Bila kebutuhan minimum telah terpenuhi selalu ada usaha untuk
meningkatkan kemakmuran.
b. Dorongan untuk Mendapatkan Keuntungan
Dorongan ini juga merupakan hal yang wajar bagi
seorang pengusaha, mendapat keuntungan untuk memperbesar usahanya.
c. Dorongan untuk Mendapatkan Penghargaan
Dorongan ini muncul setelah mencapai kemakmuran
dan ingin memperoleh
pujian/ penghargaan dari pihak lain.
d. Dorongan untuk Mendapatkan Kekuasaan
Dorongan ini muncul karena ingin mendapatkan
kekuasaan ekonomi atau monopoli.
4
e. Dorongan Berbuat Sosial
Dorongan ini muncul karena ingin berbuat sosial
atau ingin membantu sesama. Produsen adalah kelompok atau orang yang berperan
mengabungkan berbagai sumberdaya, baik sumberdaya produksi maupun sumberdaya
alam juga sumberdaya manusia, untuk menghasilkan suatu barang ataupun jasa. Contoh:
Pabrik baterai yang memproduksi batu baterai, pabrik rokok yang memproduksi
rokok.Sedangkan konsumen adalah perusahaan atau perseorangan yang melakukan
kegiatan konsumsi yaitu suatu aktifitas memakai atau menggunakan suatu produk
(barang atau jasa) yang dihasilkan oleh para produsen. Contoh:Pergi ke dokter
umum ketika kita sakit.
Keinginan manusia untuk
mencapai kemakmuran adalah idaman bagi setiap orang. Tetapi walau bagaimanapun
hal ini tidak akan tercapai seluruhnya sebab keinginan manusia itu tidak ada
batasnya. Dorongan untuk makmur dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan,
teknologi dan kebudayaan, sehingga kemakmuran bagi setiap orang itu
berbeda-beda.
2.3 Pembagian Ilmu Ekonomi
1. Ekonomi Teori
Ekonomi teori merupakan kumpulan teori-teori di
bidang ekonomi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kebijakan
ekonomi untuk kepentingan masyarakat. Ekonomi teori merupakan kerangka konsep.
Kerangka seperti ini berasal dari data-data konkret yang disusun, diolah, serta
diuji coba sehingga akhirnya membentuk asumsi yang bersifat umum.
2. Ekonomi Deskriftif
Ekonomi deskriftif menggambarkan keadaan ekonomi
dalam bentuk angka-angka. Caranya adalah dengan mencatat atau mendafatarkan
peristiwa-peristiwa ekonomi sehingga keadaan ekonomi itu tertulis dalam bentuk
angka-angka. Melalui analisis terhadap hubungan dan perbandingan tadi, dapatlah
diramalkan keadaan yang mungkinterjadi di masa dating.
3. Ekonomi Terapan
Ekonomi terapan merupakan penggunaan teori ekonomi
pada masalah-masalah ekonomi tertentu. Dalam ekonomi terapan kita dapat melihat
manfaat langsung teori ekonomi itu dalam kehidupan sehari-hari.
4. Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro menunjuk pada telaah cara bekerjanya
sistem ekonomi yang dilakukan secara particular. Obyek material ekonomi mikro
adalah individu per individu atau perusahaan satu per satu. Dari sudut individu
misalnya perilaku konsumen dan selera konsumen. Sedangkan dari sudut perusahaan
misalnya ongkos perusahaan, produksi perusahaan, penawaran dari perusahaan atau
permintaan dari perusahaan, pasar, dan harga.
5. Ekonomi Makro
Ekonomi makro menunjuk pada telaah cara bekerjanya
system ekonomi secara universal. Obyek material ekonomi makro dimulai dari
mempelajari susunan perekonomian ari segala sudut. Apabila ekonomi makro mempersoalkan
permintaan (seperti dalam ekonomi mikro), maka yang dimaksud bukan permintaan
perorangan atau perusahaan tetapi permintaan masyarakat secara keseluruhan.
Selanjutnya, ekonomi makro mempersoalkan pendapatan secara nasional, begitu
pula produksi, konsumsi dan kesempatan kerja selalu secara menyeluruh.
2.4
Politik ekonomi
Ekonomi
dan politik adalah dua sistem yang tidak dapat disamakan. Keduanya berjalan
sendiri-sendiri sesuai dengan pengertian dan fungsi, dan tujuannya
masing-masing. Namun, di dalam perkembangan terbukti bahwa sistem perekonomian
dan perpolitikan saling menunjang satu dengan yang lain. Oleh karena itu,
gagasan untuk menjadikan ekonomi politik sebagai sebuah sistem keilmuan banyak
bermunculan.
5
Pada
dasarnya, ekonomi politik dijadikan Negara sebagai alat dalam mengatur
perekonomian masyarakat. Karena pada masa itu pasar dianggap belum mampu
berkembang, sehingga pemerintah dirasa perlu untuk “campur tangan” didalam
perekonomian masyarakat. Seiring berjalannya waktu, pandangan ini ditentang
karena dianggap pemerintah (Negara) bukan lagi sebagai agen yang baik untuk
mengatur kegiatan ekonomi, tetapi lebih kepada badan yang bertanggung jawab
atas kesejahteraan masyarakat.
Di Indonesia sendiri,
begitu banyak definisi kesimpulan dari realita bangsa yang dapat dijadikan
referensi dalam merumuskan peran ekonomi dan politik itu sendiri. Ekonomi
adalah system yang merangkul sistem-sistem lainnya.
Buktinya
adalah ketika terjadi “tragedy” di salah satu sistem Negara saja, maka sistem
perekonomian akan ikut menjadi korban. Baik permasalahan yang muncul dari
bidang pendidikan, pertahanan Negara, konflik, bencana alam, sampai pada
masalah politik suatu Negara akan berpengaruh pada system perekonomian Negara
tersebut. Sedangkan politik menurut “Indonesia” adalah segala sesuatu dan
apapun tiu, dapat dikelola dan dibesarkan dengan politik. Politik dapat masuk
ke berbagai hal dan sistem, seperti pendidikan, olahraga, kesehatan,
perdagangan, dan lain sebagainya. Tidak ada celah yang menutup ruang untuk mencegah
masuknya politik pada sebuah system di Indonesia.
Negara
kita memang tidak menganut sistem ekonomi politik, tetapi pemerintah (Negara)
sebagai penganut “oknum” yang berpolitik memiliki skala besar dalam menentukan
kebijakan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Indonesia adalah Negara kompleks
di dalam system perpolitikannya. Begitu banyak pemahaman yang muncul terkait
politik membuat “warna” tersendiri bagi bangsa ini. Berdasarkan data yang
dimuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada pemilu tahun 2009 saja ada
sebanyak 44 partai politik yang mengikutsertakan dirinya dalam pemilihan. Ini
membuktikan bahwa betapa “kayanya” Indonesia untuk persoalan politik.
Secara teoritis bisa
kita simpulkan bahwa Negara yang multidimensi politiknya seperti ini akan
berimbas pada tingkat perkembangan perekonomiannya, seperti halnya “ekonomi
politik”. Indonesia adalah Negara yang “unik” dengan berbagai macam
permasalahan sehingga peran sebagai Negara yang bertanggungjawab atas
kesejahteraan masyarakat sedikit terabaikan.
Berdasarkan
informasi yang didapat dari situs resmi dunia menyatakan bahwa, Indonesia
adalah Negara “terkaya”
kedua di dunia setelah Brazil untuk urusan sumber daya alam. Peringkat ke
21 dari total 210 negara dalam kontribusi minyak dunia. Tidak ada alasan
kiranya untuk memungkiri bahwa Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber
daya alamnya. Tetapi pada realita keadaan dan situasi bangsa Indonesia saat
ini, sungguh “jauh panggang dari api”.
Kekayaan alam yang luar biasa itu tidak menimbulkan efek berarti bagi
kesejahteraan masyarakatnya. Begitu banyak masyarakat kaya dengan
pendapatan-pendapatan yang diperoleh, tidak sedikit pula masyarakat yang “mati
kelaparan” di lumbung padi Negara ini.
Begitu
banyak pertanyaan muncul sejak dahulu, mengapa terjadi hal-hal seperti ini ?
jawaban yang paling melekat ditelinga masyarakat adalah “sumber
daya manusia (SDM) Indonesia belum mampu mengolah secara keseluruhan sumber
daya alam yang ada”. Kembali mengacu pada data dunia, yang
menyatakan bahwa Indonesia masuk ke dalam 9 besar Negara yang memiliki
mahasiswa terbanyak mengalahkan Amerika dan Jepang.
Dengan data itu
setidaknya dapat menepis anggapan bahwa Indonesia belum memiliki SDM yang
mumpuni dalam mengelola SDA yang ada. Berbeda dengan Negara tetangga Singapura,
mendapat peringkat Negara terkaya ke 4 di dunia yang secara luas geografis
tidak lebih besar dari pulau Jawa dan tidak memiliki SDA yang berarti.
Masalah-masalah ini akan menjadi pertanyaan menurun di masa depan.
6
Negara
memang tidak mengatur perekonomian secara keseluruhan sesuai dengan pemahaman
ekonomi politik, tetapi bangsa ini adalah “sosok” yang mengatur
kebijakan-kebijakan dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Hal ini juga
menjadi pertanyaan besar terkait kebijakan (oknum) pemerintah. Begitu banyak
kebijakan yang secara fakta dapat dikatakan merugikan masyarakat Indonesia.
Seperti kebijakan impor yang tidak tepat. Kasus impor kentang yang sempat
meresahkan petani lokal beberapa waktu silam membuat kita heran atas “tingkah”
pemerintah di dalam merumuskan kebijakan. Seakan tidak meyakini bahwa produk
local lebih baik dan layak digunakan dari pada produk impor. Sedangkan kualitas
produk lokal sudah membuktikan itu. Slogan yang selama ini didengungkan untuk “cintai produk dalam
negeri” seolah hanya sekedar “bisikan setan” belaka.
Pemberitaan
yang belum lama muncul adalah persoalan mobnas (mobil nasional). Begitu banyak
alasan dan perdebatan yang menyeruak untuk menolak produk anak bangsa menjadi
produk unggulan di “rumah sendiri”. Berbeda dengan Negara tetangga Malaysia,
bangga dengan Proton yang dimilikinya. Dengan berbagai
alasan mengemukakan pendapat untuk menolak mobil nasional. Padahal dengan
munculnya gagasan untuk membuat produk mobil sendiri ini dapat dijadikan sebagai
“batu loncatan” bangsa Indonesia untuk berkiprah di kancah otomotif dunia, guna
memperbaiki “gelar” bangsa dimata Negara-negara lain yang selama ini belum
dapat dikatakan baik.
Dengan
permasalahan - permasalahan tersebut, akan menjadi sebuah pertanyaan besar
sebenarnya, apakah masalah perekonomian yang kita alami selama ini terjadi
karena memang Indonesia “miskin” ataukah politik Indonesia itu sendiri yang
menjadikan Negara ini miskin. Kepentingan pribadi dan golongan “oknum”
pemerintah, yang menjadikan politik sebagai solusi perekonomian yang berimbas
buruk pada masyarakat bangsa ini. Dengan demikian, sistem perpolitikan
Indonesia yang multidimensi ini tidak mendukung berkembangnya perekonomian
secara umum, dan salah satu faktor yang menghambat berkembangnya ekonomi
masyarakat Indonesia adalah sistem perekonomian yang diselimuti oleh sistem
politik para “pejabat” bangsa dan hanya berdampak pada pihak-pihak yang
berpolitik saja, tidak menjadi “hadiah manis” bagi masyarakat sebagai tuntutan
kesejahteraan mereka.
Oleh
karena itu, kesimpulan rancu dari Negara Indonesia adalah mekanisme politik
yang begitu kompleks tidak serta merta berdampak baik bagi perkembangan ekonomi
negara ini. Bahkan mungkin sebaliknya, pihak-pihak yang membantu dan
berkontribusi dalam mengembangkan perekonomian bangsa Indonesia akan ikut serta
membantu para (oknum) di dalam “perjuangan” politiknya. Tidak lagi politik yang
berkontribusi pada ekonomi, tetapi ekonomi yang memiliki kontribusi nyata di
dalam perpolitikan bangsa Indonesia saat ini yang dijasikan sebagai basis
pertahanan Pemerintah terhadap kebijakan-kebijakan politik “konyol” mereka
terhadap kehidupan ekonomi bangsa.
7
BAB III
P E N U T U P
3.1 Kesimpulan
Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan manusia
yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Produksi merupakan suatu
kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan
benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.Ekonomi merupakan
salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan
dengan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumsi barang dan jasa. Kegiatan
menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa.
Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan
bentuknya dinamakan produksi barang.Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia
barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
3.2
Saran
Penguatan peran dan kelembagaan pemerintah sangat
penting untuk mendukung keberhasilan kebijakan investasi. Tanpa lembaga dan
kapasitas yang siap maka kebijakan tidak bisa terealisasi secara
maksimal.Tujuan dan prospek yang ingin dicapai dan kemungkinan malah akan
hilang.Pemerintah perlu menata kembali fungsi organisasi dan manajemen yang ada
pada saat ini.Keterbukaan terhadap perubahan gaya manajemen dan organisasi
perlu dilakukan.Bukan tidak mungkin pemerintah bisa mengadopsi gay kepemimpinan
dan menejemen swasta yang berorientasi
pada penigkatan ekonomi,tentu saja dengan tidak menganggapnya sebagai
privatisasi birokrasi.
8
DAFTAR PUSTAKA
Atep Adya,Barata.2004.Memahami Ekonomi SMK
Tingkat I.Penerbit Armico
9

konsepnya sangat bagus sekali
BalasHapusalquran digital