Pages

Rabu, 12 November 2014

Konsep Ilmu Ekonomi



   BAB I
                                 
                                      PENDAHULUAN



1.1 Latar belakang
   
      Ekonomi adalah pengetahuan sosial, berkaitan dengan perilaku manusia dan sistem sosial, dimana manusia mengorganisasikan aktivitas-aktivitasnya dalam rangka pemuasan kebutuhan dasar (makan atau pangan, pakaian atau sandang, dan tempat tinggal atau papan), serta pemenuhan kebutuhan nonmateri (pendidikan, rekreasi, keindahan, spiritual dan sebagainya).

Berbagai macam aktivitas dan perilaku manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya itulah yang disebut dengan kegiatan ekonomi. Perilaku dan aktivitas manusia dalam memenuhi segala kebutuhan hidup tersebut tidaklah sama, tergantung pada situasi, kondisi, waktu, dan lokasi. Karakter kegiatan ekonomi manusia yang ada di permukaan bumi hanya bersifat kecenderungan, jadi tidak bersifat permanen. Inilah yang menjadi dasar dalam pengkajian ilmu ekonomi.
Ekonomi secara umum merupakan studi dan latihan memilih (the study
and exercise of choice). Didalamnya meliputi tingkah laku manusia dalam memilih barang dan jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbagai macam kebutuhan manusia diwujudkan dalam bentuk benda materi (pangan, sandang, papan, dan sebagainya) serta jasa-jasa (perawatan kesehatan, pendidikan, keamanan, rekreasi, dan sebagainya) yang jumlahnya terbatas. Keterbatasan inilah yang menyebabkan manusia harus memilih secara cerdas dan terampil.
Pada dasarnya semua kegiatan ekonomi mengandung prinsip efisiensi atau ekonomis, artinya bagaimana memperoleh satu (unit) barang atau jasa yang akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut dengan menggunakan atau mengeluarkan biaya paling rendah.
Cakupan ilmu ekonomi sangat luas meliputi bagaimana upaya masyarakat, baik nasional maupun intemasional memenuhi kebutuhan dan mencapai kemakmuran. Dengan demikian, tidaklah mudah merumuskan definisi ilmu ekonomi yang tepat dan singkat

1.2 Rumusan masalah

1. Apa pengertian ekonomi?
2. Apa saja prinsip dan motif ekonomi?
3. Apa saja macam-macam ilmu ekonomi?
4. Apa itu politik ekonomi

1.3 Batasan masalah

Dalam hal ini penulis membatasi masalah pada pengertian ekonomi, prinsip,motif ekonomi,macam ilmu ekonomi dan politik ekonomi,

1.4 Tujuan penulisan

1. Memahami pengertian ilmu ekonomi.
2. Memahami prinsip dan motif ekonomi.
3. Memahami macam-macam ilmu ekonomi.
4. Memahami politik ekonomi.                                                 






                        1
                                        BAB II
                                                    PEMBAHASAN


2.1 Pengertian ekonomi

Ekonomi berasal dari kata “oikos” dan “nomos”. Oikos berarti rumah tangga dan nomos berarti mengurus atau mengatur. Sedangkan, ilmu ekonomi adalah ilmu social yang mempelajari bagaimana cara manusia berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan secara optimal dalam usaha mencapai kemakmuran. Ekonomi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dimaksudkan sebagai kemampuan manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan sebaik-baiknya melalui alat pemuas kebutuhan yang ada. Dengan kata lain seorang yang makmur adalah seorang yang relatif seluruh kebutuhannya telah terpenuhi (kebutuhan = alat pemuas kebutuhan).
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumsi barang dan jasa. Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokan menjadi kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi. Antara ketiga konsep itu saling berkaitan satu sama lain:

1. Kegiatan Konsumsi.
Kegiatan ini menyangkut tindakan manusia dalam masyarakat baik secara induvidu maupun kelompok dalam menggunakan, memakai, menghabiskan barang dan jasa. Barang dan jasa ini dihasilkan oleh para produsen / penghasil dengan cara menukarkannya dengan uang mereka. Konsumsi banyak dipengaruhi oleh tingkat pendapatan seseorang, kebiasaan, dan budaya mereka, sehingga diperlukan perhitungan yang lebih bijaksana.
Konsumsi yang lebih bijaksana artinya adanya keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran / konsumsi seseorang, baik secara rutin maupun harian, mingguan, bulanan serta tahunan. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang. Lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan. Konsumsi ini dilakukan oleh individu/perorangan maupun kelompok, masyarakat dan negara, dalam penggunaan barang barang dan jasa.Contohnya, kapan kita membutuhkan makanan dan minman, kebutuhan alat-alat, pakaian dan perumahan. Konsumsi untuk keluarga, misalnya menyangkut kebutuhan secara keseluruhan, biasanya diatur oleh ayah dan ibu. Ayah pekerja mencari pendapatan dan ibu yang mengatur tentang penggunaan uang dalam keluarga secara tepat menyangkut kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan serta hiburan.
2. Kegiatan Produksi.
Kegiatan ekonomi yang menyangkut produksi ialah kegiatan yang berkenaan dengan usaha meningkatnya nilai guna suatu barang dan jasa. Langkah pertama kegiatan produksi itu adalah menghimpun faktor produksi seperti, sumber alam, sember tenaga kerja manusia, modal, dan skill yang berasal dari masyarakat atau konsumen melalui distribusi. Setelah terhimpun, faktor produksi itu diolah menjadi hasil produksi yang berupa barang dan jasa.
3. Kegiatan Distribusi
Kegiatan distribusi ini dalam ilmu ekonomi menyangkut kegiatan yang membantu melancarkan produksi dan konsumsi. Artinya mempercepat arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, maupun dari konsumen ke produsen.
Pengaturan penyebaran barang dan jasa tergantung pada banyaknya barang yang ditawarkan (supplai). Dan permintaan barang dan jasa dari masyarakat / konsumen (demand). Hal ini terjadi terutama dinegara maju yang mengunakan pasar bebas (liberal). Di Indonesia, distribusi barang dan jasa banyak ditentukan oleh pemerintah dan masyarakat.
Pembahasan distribusi dalam masyarakat erat kaitannya dengan persoalan pasar, sebab pasar merupakan kegiatan dalam menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Agen, pedagang besar, pedagang kecil, penjual pikulan,penjaja dan pedagang kali lima, kesemuanya itu orang atau lembaga yang terlibat dalam kegiatan distribusi barang dan jasa.

                                                     2
Dewasa ini peranan distribusi sangat besar artinya bagi pengembangan perekonomian suatu bangsa .                                                                                                                                 Sementara dapat dikatakan konsep-konsep pokok ilmu ekonomi itu terdiri atas:

1. Konsep scarcity (kelangkaan) yaitu merupakan dasar yang sentral dari ilmu ekonomi. Masyarakat dihadapkan pada kebutuhan yang tak terbatas sedangkan alat pemuas keadaannya terbatas. Masalah ini dihadapi oleh masyarakat yang menganut sistem ekonomi manapun. Scarcity secara harfiah diterjemahkan menjadi kelangkaan.
Kelangkaan ini menggambarkan hubungan antara kebutuhan manusia dengan sumber daya yang dimiliki. Prinsip kelangkaan menyebutkan bahwa kebutuhan manusia itu tak terbatas sedangkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan ini terbatas. Dari prinsip kelangkaan ini muncullah ilmu ekonomi yang mempelajari tata cara manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tak terbatas yang dihadapkan pada sumber daya yang terbatas, baik dengan uang maupun tidak.
Prinsip kelangkaan juga bisa menggambarkan nilai dari suatu barang/jasa. Semakin langka suatu barang/jasa maka semakin tinggi nilai barang/jasa itu. Biasanya disebut dengan hukum kelangkaan. Hukum kelangkaan juga bisa digunakan untuk menggambarkan harga keseimbangan konsumen dan kurva penawaran.
Singkatnya :
Konsep scarcity dalam ilmu ekonomi diungkapkan setelah disadari adanya kenyataan bahwa “tidak akan pernah ada sumber daya yang cukup untuk semuanya”, itulah sebabnya sumber-sumber daya yg dimiliki harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya kelangkaan, diikuti juga dengan adanya skala prioritas dan pilihan.
2. Konsep spesialisasi yaitu konsep produksi yang baru yang dihasilkan dari kelangkaan sumber produksi, dikembangkan metode-metode produksi yang baru yang mampu menghasilkan jumlah yang banyak dengan sedikit waktu dan atau sedikit bahan. Contohnya perkebunan di daerah puncak. Dari segi geografinya, lahan pada daerah puncak sangat cocok untuk sistem perkebunan karena udaranya yang sejuk sehingga mampu mendukung pertumbuhan tanaman perkebunan dengan baik. dari segi ekonominya, tanaman perkebunan dapat menghasilkan keuntungan yang luar biasa. contohnya tanaman teh, kopi, rempah-rempah dan lainnya.
3. Konsep system moneter dan transformasi yaitu konsep yang tumbuh dari adanya spesialisasi yang mengakibatkan terjadinya saling ketergantungan. Ekonomi Moneter merupakan suatu cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang peranan uang dalam mempengaruhi tingkat harga-harga dan tingkat kegiatan ekonomi dalam suatu negara.
4. Konsep kesejahteraan masyarakat yaitu konsep keputusan pasar yang dipengaruhi kebijaksanaan atau politik pemerintah guna mencapai kesejahteraan masyarakat.
5. Konsep pasar, dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. dan dalam konsep pasar, terdapat pasar input dan pasar output.

2.2 Prinsip dan motif ekonomi

1. Prinsip Ekonomi
Setiap tindakan manusia dalam memenuhi segala kebutuhan, khususnya di bidang ekonomi selalu didasarkan pada prinsip dan motif ekonomi. Prinsip ekonomi adalah bahwa manusia dalam memenuhi segala kebutuhannya selalu berusaha dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal atau untuk memperoleh hasil tertentu dengan pengorbanan yang minimum.
Pada kenyataannya banyak orang yang secara tidak disadari bahwa prinsip ekonomi ini dikesampingkan olehnya dengan pertimbangan emosi. Misalnya orang yang senang akan suatu barang dibeli dengan harga tinggi walaupun secara ekonomis hal ini akan merugikan dirinya. Pertimbangan emosi ini mungkin karena ada rasa gengsi atau rasa iri pada orang lain yang berada di sekitarnya. Tetapi tidak berarti bahwa orang yang selalu berpegang teguh pada prinsip ekonomi itu segala sesuatunya harus diperhitungkan untung ruginya melainkan orang tersebut justru dapat bertindak hemat atau tidak boros.       
Dalam melakukan prinsip ekonomi manusia akan dihadapkan pada tindakan ekonomi apa yang harus dilakukan, baik dari segi waktu, tenaga, biaya dan sebagainya sehingga prinsip ekonomi benar-benar dijadikan pedoman dalam setiap tindakannya.
Prinsip ekonomi dapat kita bagi menjadi tiga jenis, yaitu
3
a.Prinsip Produsen
Prinsip ekonomi produsen adalah menentukan bahan baku, alat produksi serta biaya-biaya produksi yang ditekan serendah mungkin dengan menghasilkan produk yang berkualitas baik .
b.Prinsip Penjual/Pedagang/ Peritel .
Prinsip ekonomi penjual adalah melakukan berbagai usaha untuk memenuhi selera pembeli dengan berbagai macam iklan, promosi, reward/hadiah, dan lain-lain untuk meraup banyak keuntungan dari kegiatan tersebut.
c. Prinsip Pembeli/Konsumen
Prinsip ekonomi pembeli adalah mendapatkan produk barang dan jasa yang baik dan mutu terbaik dengan harga semurah mungkin serta jumlah uang yang terbatas.
Selain prinsip ekonomi di atas, ada beberapa prinsip ekonomi lain yang
sifatnya umum.
Prinsip-prinsip ekonomi tersebut adalah sebagai berikut.
1. Prinsip Efisiensi atau Ekonomis
Artinya bagaimana memperoleh satu (unit) barang atau jasa dengan menggunakan atau mengeluarkan biaya paling rendah. Prinsip ini biasa dipergunakan dalam prosuksi atau mendapatkan suatu barang atau jasa. Contohnya: ibu-ibu yang pergi ke pasar sering hanya membeli lombok 1kg dilakukan dengan cara mengitari pasar, mencari lombok yang paling baik dengan harga termurah. Prinsip ini kadang diidentikkan dengan pernyataan “bagaimana mendapatkan barang atau jasa sebanyak-banyaknya dengan mengeluarkan biaya sekecil-kecilnya”. Pernyataan ini sering diidentikkan dengan istilah ekonomis, padahal tidak benar karena tidak rasional dan tidak realistis.pernyataan yang benar adalah pernyataan di atas, yaitu bagaimana mendapatkan satu unit barang atau jasa dengan mengeluarkan biaya serendah-rendahnya.
2. Kekuatan ekonomi terletak pada kerja
Kerja berkaitan dengan sumber daya manusia, oleh karena itu dikatakan bahwa kekuatan ekonomi sangat ditentukan oleh kinerja manusia, akal pikiran dan ide-ide kreatif yang dilakukan manusia dalam kegiatan ekonomi.Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan sumber daya yang langka dan mahal, oleh karena itu harus dilakukan pilihan terhadap barang-barang apa yang harus mereka buat, berapa banyak tiap-tiap barang harus dihasilkan, bagaimana dan untuk siapa barang-barang tersebut diproduksi.
3. Kebutuhan manusia sangat banyak dan beragam serta beragam, sedangkan sumber daya sangat terbatas. Oleh karena itu manusia harus melakukan pilihan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap hari, mulai bangun tidur hingga tidur kembali, manusia melakukan pilihan atas apa yang dilakukannya.
4. Jika melakukan pilihan diantara sejumlah kemungkinan alternatif, maka manusia harus bertindak rasional, yaitu dengan memilih alternatif yang biayanya minimal tetapi mendapatkan keuntungan atau kepuasan maksimal atas biaya dikeluarkan.
2.Motif Ekonomi
Sedangkan motif ekonomi adalah setiap dorongan yang menyebabkan manusia melakukan tindakan ekonomi.Motif ekonomi yang mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi
adalah sebagai berikut.
a. Dorongan untuk Mencukupi Kebutuhan
Dorongan ini merupakan hal yang wajar bagi setiap orang. Bila kebutuhan minimum telah terpenuhi selalu ada usaha untuk meningkatkan kemakmuran.
b. Dorongan untuk Mendapatkan Keuntungan
Dorongan ini juga merupakan hal yang wajar bagi seorang pengusaha, mendapat keuntungan untuk memperbesar usahanya.
c. Dorongan untuk Mendapatkan Penghargaan
Dorongan ini muncul setelah mencapai kemakmuran dan ingin memperoleh
pujian/ penghargaan dari pihak lain.                          
d. Dorongan untuk Mendapatkan Kekuasaan
Dorongan ini muncul karena ingin mendapatkan kekuasaan ekonomi atau monopoli.                          




4


e. Dorongan Berbuat Sosial
Dorongan ini muncul karena ingin berbuat sosial atau ingin membantu sesama. Produsen adalah kelompok atau orang yang berperan mengabungkan berbagai sumberdaya, baik sumberdaya produksi maupun sumberdaya alam juga sumberdaya manusia, untuk menghasilkan suatu barang ataupun jasa. Contoh: Pabrik baterai yang memproduksi batu baterai, pabrik rokok yang memproduksi rokok.Sedangkan konsumen adalah perusahaan atau perseorangan yang melakukan kegiatan konsumsi yaitu suatu aktifitas memakai atau menggunakan suatu produk (barang atau jasa) yang dihasilkan oleh para produsen. Contoh:Pergi ke dokter umum ketika kita sakit.
Keinginan manusia untuk mencapai kemakmuran adalah idaman bagi setiap orang. Tetapi walau bagaimanapun hal ini tidak akan tercapai seluruhnya sebab keinginan manusia itu tidak ada batasnya. Dorongan untuk makmur dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan, sehingga kemakmuran bagi setiap orang itu berbeda-beda.

2.3 Pembagian  Ilmu Ekonomi

1. Ekonomi Teori
Ekonomi teori merupakan kumpulan teori-teori di bidang ekonomi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kebijakan ekonomi untuk kepentingan masyarakat. Ekonomi teori merupakan kerangka konsep. Kerangka seperti ini berasal dari data-data konkret yang disusun, diolah, serta diuji coba sehingga akhirnya membentuk asumsi yang bersifat umum.
2. Ekonomi Deskriftif
Ekonomi deskriftif menggambarkan keadaan ekonomi dalam bentuk angka-angka. Caranya adalah dengan mencatat atau mendafatarkan peristiwa-peristiwa ekonomi sehingga keadaan ekonomi itu tertulis dalam bentuk angka-angka. Melalui analisis terhadap hubungan dan perbandingan tadi, dapatlah diramalkan keadaan yang mungkinterjadi di masa dating.
3. Ekonomi Terapan
Ekonomi terapan merupakan penggunaan teori ekonomi pada masalah-masalah ekonomi tertentu. Dalam ekonomi terapan kita dapat melihat manfaat langsung teori ekonomi itu dalam kehidupan sehari-hari.
4. Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro menunjuk pada telaah cara bekerjanya sistem ekonomi yang dilakukan secara particular. Obyek material ekonomi mikro adalah individu per individu atau perusahaan satu per satu. Dari sudut individu misalnya perilaku konsumen dan selera konsumen. Sedangkan dari sudut perusahaan misalnya ongkos perusahaan, produksi perusahaan, penawaran dari perusahaan atau permintaan dari perusahaan, pasar, dan harga.
5. Ekonomi Makro
Ekonomi makro menunjuk pada telaah cara bekerjanya system ekonomi secara universal. Obyek material ekonomi makro dimulai dari mempelajari susunan perekonomian ari segala sudut. Apabila ekonomi makro mempersoalkan permintaan (seperti dalam ekonomi mikro), maka yang dimaksud bukan permintaan perorangan atau perusahaan tetapi permintaan masyarakat secara keseluruhan. Selanjutnya, ekonomi makro mempersoalkan pendapatan secara nasional, begitu pula produksi, konsumsi dan kesempatan kerja selalu secara menyeluruh.

2.4 Politik ekonomi
Ekonomi dan politik adalah dua sistem yang tidak dapat disamakan. Keduanya berjalan sendiri-sendiri sesuai dengan pengertian dan fungsi, dan tujuannya masing-masing. Namun, di dalam perkembangan terbukti bahwa sistem perekonomian dan perpolitikan saling menunjang satu dengan yang lain. Oleh karena itu, gagasan untuk menjadikan ekonomi politik sebagai sebuah sistem keilmuan banyak bermunculan.



5
Pada dasarnya, ekonomi politik dijadikan Negara sebagai alat dalam mengatur perekonomian masyarakat. Karena pada masa itu pasar dianggap belum mampu berkembang, sehingga pemerintah dirasa perlu untuk “campur tangan” didalam perekonomian masyarakat. Seiring berjalannya waktu, pandangan ini ditentang karena dianggap pemerintah (Negara) bukan lagi sebagai agen yang baik untuk mengatur kegiatan ekonomi, tetapi lebih kepada badan yang bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat.
Di Indonesia sendiri, begitu banyak definisi kesimpulan dari realita bangsa yang dapat dijadikan referensi dalam merumuskan peran ekonomi dan politik itu sendiri. Ekonomi adalah system yang merangkul sistem-sistem lainnya.                
Buktinya adalah ketika terjadi “tragedy” di salah satu sistem Negara saja, maka sistem perekonomian akan ikut menjadi korban. Baik permasalahan yang muncul dari bidang pendidikan, pertahanan Negara, konflik, bencana alam, sampai pada masalah politik suatu Negara akan berpengaruh pada system perekonomian Negara tersebut. Sedangkan politik menurut “Indonesia” adalah segala sesuatu dan apapun tiu, dapat dikelola dan dibesarkan dengan politik. Politik dapat masuk ke berbagai hal dan sistem, seperti pendidikan, olahraga, kesehatan, perdagangan, dan lain sebagainya. Tidak ada celah yang menutup ruang untuk mencegah masuknya politik pada sebuah system di Indonesia.
Negara kita memang tidak menganut sistem ekonomi politik, tetapi pemerintah (Negara) sebagai penganut “oknum” yang berpolitik memiliki skala besar dalam menentukan kebijakan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Indonesia adalah Negara kompleks di dalam system perpolitikannya. Begitu banyak pemahaman yang muncul terkait politik membuat “warna” tersendiri bagi bangsa ini. Berdasarkan data yang dimuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada pemilu tahun 2009 saja ada sebanyak 44 partai politik yang mengikutsertakan dirinya dalam pemilihan. Ini membuktikan bahwa betapa “kayanya” Indonesia untuk persoalan politik.
Secara teoritis bisa kita simpulkan bahwa Negara yang multidimensi politiknya seperti ini akan berimbas pada tingkat perkembangan perekonomiannya, seperti halnya “ekonomi politik”. Indonesia adalah Negara yang “unik” dengan berbagai macam permasalahan sehingga peran sebagai Negara yang bertanggungjawab atas kesejahteraan masyarakat sedikit terabaikan.
Berdasarkan informasi yang didapat dari situs resmi dunia menyatakan bahwa, Indonesia adalah Negara “terkaya” kedua di dunia setelah Brazil untuk urusan sumber daya alam. Peringkat ke 21 dari total 210 negara dalam kontribusi minyak dunia. Tidak ada alasan kiranya untuk memungkiri bahwa Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Tetapi pada realita keadaan dan situasi bangsa Indonesia saat ini, sungguh jauh panggang dari api”. Kekayaan alam yang luar biasa itu tidak menimbulkan efek berarti bagi kesejahteraan masyarakatnya. Begitu banyak masyarakat kaya dengan pendapatan-pendapatan yang diperoleh, tidak sedikit pula masyarakat yang “mati kelaparan” di lumbung padi Negara ini.
Begitu banyak pertanyaan muncul sejak dahulu, mengapa terjadi hal-hal seperti ini ? jawaban yang paling melekat ditelinga masyarakat adalah sumber daya manusia (SDM) Indonesia belum mampu mengolah secara keseluruhan sumber daya alam yang ada”. Kembali mengacu pada data dunia, yang menyatakan bahwa Indonesia masuk ke dalam 9 besar Negara yang memiliki mahasiswa terbanyak mengalahkan Amerika dan Jepang.
Dengan data itu setidaknya dapat menepis anggapan bahwa Indonesia belum memiliki SDM yang mumpuni dalam mengelola SDA yang ada. Berbeda dengan Negara tetangga Singapura, mendapat peringkat Negara terkaya ke 4 di dunia yang secara luas geografis tidak lebih besar dari pulau Jawa dan tidak memiliki SDA yang berarti. Masalah-masalah ini akan menjadi pertanyaan menurun di masa depan.




6
Negara memang tidak mengatur perekonomian secara keseluruhan sesuai dengan pemahaman ekonomi politik, tetapi bangsa ini adalah “sosok” yang mengatur kebijakan-kebijakan dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Hal ini juga menjadi pertanyaan besar terkait kebijakan (oknum) pemerintah. Begitu banyak kebijakan yang secara fakta dapat dikatakan merugikan masyarakat Indonesia. Seperti kebijakan impor yang tidak tepat. Kasus impor kentang yang sempat meresahkan petani lokal beberapa waktu silam membuat kita heran atas “tingkah” pemerintah di dalam merumuskan kebijakan. Seakan tidak meyakini bahwa produk local lebih baik dan layak digunakan dari pada produk impor. Sedangkan kualitas produk lokal sudah membuktikan itu. Slogan yang selama ini didengungkan untuk “cintai produk dalam negeri” seolah hanya sekedar “bisikan setan” belaka.
Pemberitaan yang belum lama muncul adalah persoalan mobnas (mobil nasional). Begitu banyak alasan dan perdebatan yang menyeruak untuk menolak produk anak bangsa menjadi produk unggulan di “rumah sendiri”. Berbeda dengan Negara tetangga Malaysia, bangga dengan Proton yang dimilikinya. Dengan berbagai alasan mengemukakan pendapat untuk menolak mobil nasional. Padahal dengan munculnya gagasan untuk membuat produk mobil sendiri ini dapat dijadikan sebagai “batu loncatan” bangsa Indonesia untuk berkiprah di kancah otomotif dunia, guna memperbaiki “gelar” bangsa dimata Negara-negara lain yang selama ini belum dapat dikatakan baik.
Dengan permasalahan - permasalahan tersebut, akan menjadi sebuah pertanyaan besar sebenarnya, apakah masalah perekonomian yang kita alami selama ini terjadi karena memang Indonesia “miskin” ataukah politik Indonesia itu sendiri yang menjadikan Negara ini miskin. Kepentingan pribadi dan golongan “oknum” pemerintah, yang menjadikan politik sebagai solusi perekonomian yang berimbas buruk pada masyarakat bangsa ini. Dengan demikian, sistem perpolitikan Indonesia yang multidimensi ini tidak mendukung berkembangnya perekonomian secara umum, dan salah satu faktor yang menghambat berkembangnya ekonomi masyarakat Indonesia adalah sistem perekonomian yang diselimuti oleh sistem politik para “pejabat” bangsa dan hanya berdampak pada pihak-pihak yang berpolitik saja, tidak menjadi “hadiah manis” bagi masyarakat sebagai tuntutan kesejahteraan mereka.
Oleh karena itu, kesimpulan rancu dari Negara Indonesia adalah mekanisme politik yang begitu kompleks tidak serta merta berdampak baik bagi perkembangan ekonomi negara ini. Bahkan mungkin sebaliknya, pihak-pihak yang membantu dan berkontribusi dalam mengembangkan perekonomian bangsa Indonesia akan ikut serta membantu para (oknum) di dalam “perjuangan” politiknya. Tidak lagi politik yang berkontribusi pada ekonomi, tetapi ekonomi yang memiliki kontribusi nyata di dalam perpolitikan bangsa Indonesia saat ini yang dijasikan sebagai basis pertahanan Pemerintah terhadap kebijakan-kebijakan politik “konyol” mereka terhadap kehidupan ekonomi bangsa.











7
                                                    
    BAB III
P E N U T U P

3.1 Kesimpulan
Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan manusia yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumsi barang dan jasa. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
3.2 Saran
Penguatan peran dan kelembagaan pemerintah sangat penting untuk mendukung keberhasilan kebijakan investasi. Tanpa lembaga dan kapasitas yang siap maka kebijakan tidak bisa terealisasi secara maksimal.Tujuan dan prospek yang ingin dicapai dan kemungkinan malah akan hilang.Pemerintah perlu menata kembali fungsi organisasi dan manajemen yang ada pada saat ini.Keterbukaan terhadap perubahan gaya manajemen dan organisasi perlu dilakukan.Bukan tidak mungkin pemerintah bisa mengadopsi gay kepemimpinan dan menejemen swasta yang berorientasi  pada penigkatan ekonomi,tentu saja dengan tidak menganggapnya sebagai privatisasi birokrasi.

















                       







                           8



DAFTAR PUSTAKA


Atep Adya,Barata.2004.Memahami Ekonomi SMK Tingkat I.Penerbit Armico











































                                                                            9

1 komentar: